Kekerasan masih sangat marak terjadi meskipun perkembangan zaman sudah berada pada puncaknya. Rasa kemanusiaan seolah menipis sehingga dalam menghilangkan nyawa seseorang dianggap hal yang menyenangkan. Ada beberapa kasus besar yang dinilai sebagai bentuk pelanggaran HAM di Indonesia.

  1. Kasus Bom Bali

Bali yang merupakan kota dengan segala keindahan pantainya sehingga banyak turis yang menyambangi bahkan menetap di sana. Kasus pengeboman yang terjadi di Bali tepatnya di Kuta pada tahun 2002 sehingga menyebabkan banyak korban yang berjatuhan. Ketika itu diketahui 202 jiwa meninggal, 209 korban luka-luka dan cedera, kebanyakan dari para korban merupakan turing asing yang sedang berwisata ke Bali.

Seolah tidak puas dengan pengeboman tahun 2002, tiga tahun kemudian 2005 saat masa pemerintahan Presiden SBY kembali terjadi pengeboman di Bali dengan 3 ledakan, satu di Kuta dan dua di Jimbaran. Kejadian tersebut menyebabkan 23 korban meregang nyawa dan 196 cedera. Pelaku kedua pengeboman Bali tersebut telah dihukum sesuai aturan yang berlaku.

  1. Kasus DOM Aceh

Daerah Operasi Militer (DOM) merupakan masa-masa paling mencekam yang dialami oleh masyarakat Aceh. DOM pertama kali berlaku pada tahun 1990 hingga dicabut pada tahun 1998. Sejauh ini penyebab Aceh dijadikan Daerah Operasi Militer karena masyarakat Aceh ingin memisahkan diri daerah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meskipun tahun 1998 DOM tidak lagi berlaku, namun kekerasan yang dilakukan pihak aparatur masih tetap berlangsung. Pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh seperti tiada ujungnya sehingga korban terus berjatuhan bahkan ada banyak kejadian yang sulit dilupakan oleh kalangan masyarakat seperti tragedi Rumoh Geudong, tragedi Krueng Arakundo, penculikan aktivis dan kejadian pahit lainnya.

Saat Tsunami menerjang daratan Aceh, masyarakat Aceh seolah bersyukur karena pasca Tsunami tahun 2005 pihak RI dan petinggi pasukan Aceh yakni GAM mengadakan perdamaian tepatnya pada 15 Agustus di Helsinki.  Kala itu, seluruh senjata diamankan dan aparat yang dikirimkan sebelumnya dipulangkan ke kota asal masing-masing.

Kasus pelanggaran HAM di atas telah diusut oleh pihak yang berwajib. Namun untuk kasus DOM Aceh meskipun telah melangsungkan perdamaian, masih ada pihak yang ingin mengusut tuntas korban dan tersangka. Semoga kita selalu dalam perdamaian yang hakiki.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *